instagram in mine :)

8/24/14

Lifeless

Entah kenapa akhir-akhir ini sering banget kepikiran tentang hal-hal yang berkaitan sama jodoh, pasangan, pacaran, atau apalah namanya itu. Pikiran kayak gitu biasanya muncul pas liat Allisya Soebandono sama Dude Harlino foto bareng di instagram atau P*** sama Mas R*** yang so sweet fotonya, juga di instagram. rasanya bahagia banget liat mereka. Kayak udah ditakdirkan jadi jodoh di masing2 hati. Subhanallah. Aku juga nggak tau kenapa sampek sekarang aku nggak punya2 pacar. Apa aku nggak mau deket sama orang, apa aku nggak mau sharing kehidupan sehari-hariku sama orang, apa gimana ya, hem. Nggak ngenes sih. Tapi agak gimana gitu *alay. Secara udah mau tua umur. Salah satu temenku bahkan bilang ke aku, karena aku terlalu flat, nggak ada hal2 yang menantang yang pernah aku lakukan selama hidupku ini, nggak mau repot, nggak mau memandang postif orang lain, jadi sebab aku nggak bisa deket sama orang. Oh, God. Semakin dipikir semakin stres. Ya mungkin saat ini aku masih belum dikasih pacar. Apa pacaran itu perlu? Muahahah. Mungkin sekarang ini waktu2 emasnya aku ada untuk mbak, untuk adik, untuk papa mama, untuk keluarga. Belum bisa mikir sampek sana, hal2 yang terlalu rumit (?) dipikir. Apa aku nggak mau rempong? Yaudahlah. Semoga pikiran2 tadi nggak jadi bibit2 benang ruwet di kepalaku.

8/6/14

SUB - KL - MACAU

SIANG! :)
Cuma mau sharing foto hasil jepretan Sony Alpha 230 200 mm trip selama 4 hari 3 malam sama Papa, Mama, Mbak Shinta, Caca, dan Amri. Mostly taken at Hongkong, Shenzhen, and Macau. 

Nathan Road, Hongkong

Some street snaps of people's footwear.

The Peak Tram, Hongkong.
Ceritanya lagi antri tiket masuk sama naik tram-nya. Iseng moto jalan sama bus yang lewat.

Sky Terrace 428, Hongkong. The night view on the highest place at Hongkong. The lights were super beautiful! More info: Sky Terrace 428

Window of The World, Shenzhen.


Macau.

The rests are still on my cell phone and I have posted some of them on my instagram account :)

7/18/14

SLEEEEEEPY

Day 5 magang. Alhamdulillah all is well. Everything went smoothly. The people here (Bidang Mutasi BKD Malang) are super kind and caring. Haha. There’s no underestimate feeling because the tasks were so easy although they’re little bit boring. Haha.

I’m waiting for the next Friday because the next day (Saturday) is gonna be holiday until early August (for magang). I’m very pleased and happy~~ because on 28th (or 29th)-I forgot the exact day-Me and my family will go to Hongkong. Alhamdulillah, Puji Syukur kepada Allah. Doaku dan doa sekeluarga dikabulkan pergi ke luar negeri buat liburan. Haha. Paling kalimatku ini agak lebay-kalo yang baca orang yang sering pergi liburan ke luar negeri-. Lol.

These days Malang were very cold. Idk why. Last Wednesday night the temperature was down up to 17 degrees Celcius. Brbrbrbrbr. Dingin pol, cuy.

Harus bertahan pake rok sampe akhir September. Haha. Sing sabar ae wes. Demi nilai magang.

Please take a minute to pray for Palestine. Pray for Gaza. Semoga perlindungan Allah senantiasa menyertai mereka. Amin.

Semangat magang and Happy fasting!

6/28/14

Heavy Night (?)

I have so many thoughts these days. The final exam just a little thing that came to my mind. Another thought, lately my friend had a chance to went to Europe. I don’t know for what occasion, but deep in my heart I feel small *alay. I feel what did I do for all these years, nggak menghasilkan apa-apa. Seneng juga salah satu temen (yang satunya lagi) mau ke Europe, nggak tau juga dalam rangka apa. Tapi, sakit, rek *lebay. Pengen benernya tanya-tanya gitu (udah pernah tanya seh) ada apa kok mau kesana, tapi nggak pernah ditanggepin serius. Agak bete sebenernya. Kalo tau kamu kemana pasti aku doakan yang terbaik kok, semoga sukses, dkk. Semoga aku juga bisa nyusul kesana (juga) *berdoa dalam hati. Amin.

Vancouver. British Columbia. Canada. Gara-gara aku mem-follow salah seorang akun instagram, ybs stay di Vancouver. Si ybs (@alexstrohl) ngambil foto-foto banyak banget, khususnya pemandangan, tempat-tempat ajaib, wonderful, dan amazing. Nggak bosen-bosen liat feedsnya akun itu. Lakes, mountains, hills, roads, cliffs, forests, waterfalls........ Liat pemandangannya, Subhanallah sekali. Pengen tinggal disana jadinya (amin). Cari beasiswa nggak ada yang tujuannya kesana (belum ada). Sejauh ini.

14 Juli udah mulai magang. Semoga semuanya lancar sejahtera sehat sentosa nggak ada halangan apapun sampe nyusun laporan magang. Amin.

Kalo selama ini aku punya banyak salah (pastinya). Maafkeun, nggih, temen-temen. Udah mau puasa ini. Hehe. Semangat puasanya yaaaa.

Okay, masih banyak pikiran-pikiran lain yang mencuat di otak. Sebelum undur diri, please kindly visit @nadhirahijab. You’ll find some interesting stuffs there. See you (kiss bye).

Walt Disney, “If you can dream it, you can do it.”
Marilyn Monroe, “I believe that everything happens for a reason. People change so that you can learn to let go, things go wrong so that you appreciate them when they’re right, you believe lies so you eventually learn to trust no one but yourself, and sometimes good things fall apart so better things can fall together.

4/1/14

Saksi

Malem-malem, keinget dulu pernah liat ada amplop isi uang. Bongkar lemari. Bongkar laci.

1. Amplop uang kas Simpanse sisa 102 ribu. Ini entah kenapa temenku berani nitip ke aku.
2. Di dompet ada amplop isi 68 ribu nggak tau punya siapa, antara kas paski atau yang lain, atau jangan-jangan punyaku. Duh, tolong inget plis ini amplop uang punya siapaaaa.
3. Di dompet juga ada uang 46 ribu, sisa dulu buka bersama SD.
4. Kotak pensil isi recehan 500-an, 37.500. Punya Paski. Sampe sekarang belum aku kasihkan ke adik tingkat -_- Ayooo siapa yang mau aku titipi kalo ke Smanti?

Ohiyaaaa, ada lagi, buku tahunan sekolah Smanti, ada 2 yang masih ada di aku hayooo. Ndang dijupuk plis selak aku laliiiii. Huhu.

Ya Allah, ampuni dosa hamba-Mu. Maaf ya, rek, semuanya. Semoga blog ini jadi saksi dan reminder kalo masih ada tanggungan ke temen-temen. Semoga tetep inget. Inget masih ada tanggungan dan inget ngembaliin. Amin.

3/30/14

Tonight

Hi, Sunday!
How's your day? Hariku ya gini-gini aja di rumah, nonton tv, laptopan, hp-an, tidur.

Tadi malem habis nonton opera teater (?) dari Kutub. Komunitas Teater UB. Judulnya Sang Rajapatni, tentang Kerajaan Majapahit gitu. Karena trilogi, Sang Rajapatni ini menceritakan bagian pertama sejarah Kerajaan Majapahit. Keren, coy! Artisnya all out dan pentasnya nggak monoton. Sayangnya nggak nemu penonton yang agak ganteng. Sedikit kecewa. Lho.



Malemnya jam 12-an eh denger adikku lagi telponan, entah sama siapa batinku. Pas mau tidur, kepo instagram dulu, eh ada postingannya sama cowok, coy. Mbak macem apa aku ini baru tau dia udah punya cowok, dan kemarin 30 harinya dia pacaran. Ohmen, aku kalah cepet *salah fokus. Kalo kayak gini jadi bingung sendiri mau ndoain apa, semoga langgeng (?). Yasudahlah di-iya-in aja.

Btw, nulis ini sambil sentrap-sentrup nggak jelas. Ingus kemana-mana. Oh, please, flu go away.

Senin besok libur hari raya Nyepi, tadi Mama nawarin besok mau jalan-jalan ke Bromo. Entahlah jadi atau nggak. Yang mau liburan, monggo berlibur. Lumayan refreshing dikit. Eh, tapi kata temenku kalo Nyepi itu nggak boleh kemana-mana ya? Kudu di rumah terus? Idk.

Ohya, fyi, tanggal 2-5 April 2014 ada Malang Film Festival di UMM Dome. Acaranya banyak, coba buka linknya aja ya. Haha.

Have a nice sunday night! 


2/22/14

JOGJAAAA

Hey, Friday.

#prayforkelud. Turut berduka cita atas musibah meletusnya Gunung Kelud kemarin malem. Semoga kita semua senantiasa dalam perlindungan  Allah. Amin.

Pagi tadi aku dan kawan-kawan baru sampai Stasiun Kota Malang jam 5.35. Wah, akhirnya selamat sampe Malang. Alhamdulillah. Jujur aku  nggak tau berita kalo nggak mbak yang di sampingku ngasih tau kalo  Gunung Kelud meletus Rabu malem, sebelum kereta sampe stasiun,  sempet buka aplikasi berita online di hape, dan iya bener, Gunung Kelud meletus. Nggak lama sesudahnya, Shinta, temen yang nggak ikut trip to Jogja sms tanya kabar. Sungguh bersyukur, tapi juga berdoa sama daerah dan orang-orang yang kena musibah letusan Gunung Kelud.

11 Februari 2014
Sekalian mbarengi adik sekolah, mama nganter aku ke Stasiun Kota Malang, sekitar jam 7.30 pagi. Kenapa bareng? Soalnya kebetulan kelas 3 SMP lagi ada try out. Dia masuk jam 8. Sampe stasiun jam 7.48. Ketemu  temen-temen. Huh, untung nggak ketinggalan kereta. Tiketnya di aku, men.
Habis naruh barang di tempat tas di atas seat (nggak tau nyebutnya apa). Kita (Farda, Zi, Yole, Mano) mulai nggruwis sesukanya. Ngobrol ngalor kidul. Nggosip. Mulai dari temennya Yole yang nggak percaya kalo dia  naik kereta kelas ekonomi, katanya kalo naik yang ekonomi bareng  ayam-ayam, bebek-bebek gitu, ngakak maksimal, sampe cerita mau  ngapain aja pas di Jogja. Rempong pokoknya. Jadi berasa ibu-ibu pkk yang  lagi ngrapatin harus bayar uang kas bulanan berapa. Lho.
Selang 2 jam, 3 jam, ternyata capek kalo ngomong terus, akhirnya ada yang tidur, ada yang dengerin musik sambil galau, mandangin pemandangan di luar kaca kereta. Melankolis.
Sekitar jam 10 an, baru bangun semua, sadar kalo nanti siang makannya gimana, kan laper. Aku inget kalo di Stasiun Madiun ada yang jualan  pecel, yaa seukuran nasi kucing lah, enaknya juga biasa. Tapi temen-temen ternyata setuju mau makan itu. Hompimpa alaihom gambrenglah kita. Bagus, Mano sama aku yang nanti kebagian turun beli pecelnya. Oke.
Belum sampe Madiun, eh ternyata di Nganjuk ada ibu-ibu yang masuk ke kereta nawarin nasi pecel. Heran. Kok ada penjual masuk kereta. Padahal udah dua kali ini ke Jogja naik kereta belum pernah liat ada penjaja makanan masuk kereta. Belilah kita pecel itu, 5 ribuan. Perasaan udah ga enak sebenernya. Great, setelah dibuka isinya yaa paham lah.
Tidur lagi. Ngobrol lagi. Sampe jam 2, setengah 3 an, bangun, udah mau sampe Jogja soalnya.
Jam 15.20 sampe Stasiun Tugu. Habis duduk-duduk, ke kamar mandi, cus cari penginepan. Jujur sebenernya ga tega sama Mano yang bawa-bawa koper, sama Yole yang bawa tas jinjing kudu jalan, nyebrang gang, cari hotel kelas melati atau penginepan. Cari hotel murah itu perjuangan, bro. Banyak bapak-bapak becak yang nawarin becaknya nyari hotel. Ohmen,  padahal cuman selang gang, tapi 15 ribu per becak. Akhirnya lanjut jalan daripada tekor sebelum merasakan kasur hotel. Nemu Hotel Sala 4 di  Jalan Dagen. Setalah deal-deal an sama mbak resepsionisnya, kita dapet  kamar family room isi 4, 335 ribu, plus 40 ribu extra bed. Hah, lumayan  mahal lah. Yaudah sih daripada keringetan bolak-balik gang sama bawa  tas yang lumayan berat, pilihan kita jatuh ke hotel ini. Kita sampe kamar hotel sekitaran jam 4.50. Capek bro. Ga kerasa hampir 2 jam keliling cari  hotel di Jalan Sosrowijayan sama Jalan Dagen.
Bersih diri, mandi, googling kuliner Jogja. Jam 6.30 ke Bakmi Kadin. Jalan  ke arah Malioboro, karena udah capek jalan, nyetop taksi, 35 ribu, langung iya. Bakminya uenak puol! Kalo kesana lagi pengen ngajak Mama sama keluarga. Recommended pokoknya!
Habis makan, kita ke Alun-Alun Kidul. Bingung mau jalan apa naik taksi kesananya. Kasian Mano, dia udah capek jalan. Ga tega. Akhirnya nemu gps ke Alkid, 20 menitan lah jalan kaki. Sampe Alkid ngabari temen SMA yang sekarang kuliah di UKDW, Wipi. Udah lama ga ketemu soalnya,  kangen. Haha. Sebelum itu makan dulu di pinggir jalan Alkid, makan sate  ayam sama ronde. Trap banget kalo kata Zi, sate ayamnya cuma kulit, coy, 12 ribu per 10 tusuk. Ronde 10 ribu dan rasanya biasa aja. Kampret, gini doang malem pertama di Jogja udah habis 40 ribuan lebih. Ohmen. Belum gowesnya habis 25 ribu satu puteran Alkid. Ditawar mau kayak apa  ga bisa kurang dari 25 ribu. Oke, gapapalah, pengen gowes juga berlima.
Habis gowes, ketemu Wipiiii, berpelukaaan. Haha. Wipi memotivasi kita  buat nyebrang 2 pohon beringin yang melegenda itu di Alkid. Mitosnya barang siapa yang bisa nyebrang 2 pohon beringin itu keinginannya tercapai. Kereeen. Aku sama Mano berhasil nyebrang. Yang kasian Zi, dia udah 3 4 kali nyoba, tapi selalu nyerong kanan, kiri, dia bete soalnya ga  berhasil nyebrang, yang sabar ya Zi.
Nggak kerasa udah jam 11 an, udah pada ngantuk, mikir gimana caranya ke Malioboro naik taksi, udah berusaha telpon perusahaan taksinya tapi failed. Nggak lama setelah itu eh ternyata ada taksi melintas, peran Wipi disini sangat membantu sekali. Haha. Dia nawar ke Malioboro 25 ribu. Horeeee, kita bahagia dapet 25 ribu ke Malioboro, soalnya kata Wipi itu  35 ribu yang pas kita ke Bakmi Kadin itu kemahalan. Malem pertama ini kita dapet banyak zonk.
Sampe hotel langsung tidur. Tepar. Lebay.

12 Februari 2014
7.10 berangkat ke Gua Pindul. Sebelumnya udah nyewa mobil ke 57  Transport di Jogja, kena 400 ribu hari ini. Udah janjian juga sama Pak  Santo, supir mobil yang bakal nemeni kita sepanjang perjalanan di Jogja. Pas otw ke Gua Pindul, berhenti di Sop Ayam Pak Min buat sarapan. Jam 8 lanjut perjalanan. Sampe di Gua Pindul jam 9.03. Baru bangun tidur  semua. Haha.
HTM nya Gua Pindul + Rafting Sungai Oyo 80 ribu.
Habis pake perlengkapan pelampung, sepatu, sama nitipin barang-baran  ke penitipan, cus ke Gua Pindul. Dipandu Pak Eko, naik pick-up. Gua Pindul  in keren broh, asik, sekaligus mistis. Sebelum cave tubing, Pak Eko dengan teliti ngasih penjelasan ke kita, tentang etika masuk gua, dan pantangannya, nggak lupa juga berdoa. First time naik ban dalam, dikiranya bokong ga bakalan basah, soalnya ada tali melintang di antara bolongan bannya. Ohmen, kita salah. Bokong bahkan punggung bawah ikut basah pas nyemplung sungai. Ga enaknya ada 2 temenku pas lagi mens. Bismillah semoga nggak apa-apa.
Di dalem gua, Pak Eko njelasin panjang lebar, mulai dari sejarah sampe mitos-mitosnya Gua Pindul. Kita yang ndengerin Pak Eko cerita berwah-wah ria, dan beroh-oh ria. Sori, karena aku punya short term memory, nggak semua ceritanya Pak Eko nyantol di otak. Forgive me.
Pas hampir sampe terakhir rute cave tubing, ada sejenis tebing batu yang  biasanya dipake pengunjung lompat ke sungai, slow, bukan lompat bunuh  diri kok. Disini pengunjung bisa lompat indah, lompat salto, lompat diving, soalnya termasuk zona yang kedalamannya ga dalem, sekitar 3-5 meter. Udah ada Yole sama Farda yang excited banget gara-gara nonton  videonya JJM, Jebraw yang loncat salto disini. Haha. Asik sih, tapi  makasih buat aku nggak bakal loncat, soalnya belum pede. Haha. Yole  sama Farda keren cuy. Yole aja 2 kali loncat. Dia seneng banget, renang-renang gitu. Haha.
Terakhir rute cave tubing, nggak lupa foto bareng baru lanjut ke Sungai Oyo. Terpaksa kudu berpisah sama Pak Eko, ke Oyo dipandu Pak Ucil sekitar jam 10.39. Naik pick-up lagi. Sampe tkp, woaaa ternyata  sungainya lebar. Sedikit menciutkan nyali, tapi tetep berangkaaat.  Nurunin ban, terus berlima, berenam sama Pak Acil, megang pegangan tali biru yang ada di tiap-tiap ban, biar nggak lepas dan sejalan. Karena  belum ada yang pernah ngrasain rafting, kita bener-bener seneng banget. Teriak-teriak ga jelas. Sama Pak Ucil dimampirkan ke Air Terjun Pengantin. Namanya serem, kayak judul film kata Farda dkk. Tapi memang iya. Haha.
Di air terjunnya kita bisa lompat-lompatan kayak tadi di Gua Pindul. Aku, Yole, Farda, Zi mau nyoba lompat. Jujur aku takut soalnya pasti lebih dalem dan agak lebih tinggi daripada yang di gua. Yole loncat pertama, sukses. Terus aku, nggak lama-lama mikir, walaupun parno duluan soalnya aku ga bisa renang dan takut mati nggak balik-balik ke  permukaan, tetep terjun. Sebelumnya Pak Ucil udah mau nunggu di bawah biar ga kebawa arus sungai, agak secure jadinya. Pas terjun udah mati rasa, jatuh di sungainya sensasi banget, hidung sakit kemasukan air,  kerudung udah berantakan kemana-mana. Ditolong Pak Ucil merapat ke  tebing sungai. Tangan udah nggapai-nggapai, kaki mancal-mancal nggak  karuan, horor kalo diliat. Sampe tepi, finally. Farda loncat, sukses. Zita yang luamaa banget di atas tebing, udah bismillah ngurungin niat terjun, akhirnya nggak sanggup. Lol.
Habis main terjun-terjunan lanjut naik ke ban, sama lanjutin rute. Naik daratan, lanjut naik pick-up ke parkiran mobil. Mandi, bersih diri, sekitaran jam 12.40 baru keluar dari kawasan wisata Gua Pindul, lanjut perjalanan ke Pantai Ngobaran, kata Pak Santo sekitar 1 jam dari Gua Pindul. Di mobil cerita-cerita lagi, ngakak pengalaman lucu di Gua Pindul sama Sungai Oyo tadi. Seru pol. Terus tidur.
Pantai Ngobaran, subhanallah, hidden paradise kalo kata Zi, buagus  banget pemandangannya, walaupun jarak pantai ke lautnya cuman  beberapa meter. Ohiya HTM nya kena 5 ribu per orang kalo masuk ke  Pantai Ngobaran ini.
Puas foto-foto, kita lanjut perjalanan ke Gunung Api  Purba Nglanggeran. Kita mau ngejar sunsetnya soalnya pas googling disananya bagus banget. Udah diniati bakalan naik ke Embungnya.
Tapi karena laper banget, dan kita ga bawa minum lebih dan makanan, terpaksa berhenti di warung makan pinggir jalan, enak nggak enak tetep dimakan. Jam 2.40 berangkat ke Gunung Api Purba, habis bayar tiket masuk 4 ribu per orang sama ke kamar mandi, kita berangkat muncak. Disini nggak  tega banget sama Mano yang di Sungai tadi bete soalnya dia sempet kepleset dan kayaknya udah nggak semangat jalan kaki lagi. Habis  memantapkan hati, kita semua jalan muncak berharap sampe puncak sebelum sunset.
Bagi yang pertama hiking, gunung ini ekstrim banget, masak langsung ngetrek gitu jalurnya, parah banget. Bolak-balik kudu ngatur pernapasan. Kerennya, gunungnya itu banyak batu gede-gede bekas erupsi. Sempit- sempitan di antara 2 batu gede, kayak di film 127 Hours.
Nanjak. Banget. Aku aja capek, nggak kuat, tapi tetep semangat. Zi yang di depan  kayak bukan Zi, dia cepet banget jalannya. Keringetan tapi nggak  sampe-sampe, cuman di php sama plang kayu petunjuk jalan ke puncak.  Paling nggateli dan paling megelno pas ada persimpangan pertigaan, ada  tulisan....
Nggak ada keraguan kita nuruti petunjuk jalan itu, eh kampret udah jalan sekitar 50 meter, cuman ada jalan buntu, tangga naik ke arah sumber air Comberan. Iya, BUNTU. Disinilah kesabaran kita mulai diuji, kita merasa failed banget. Ketemu orang yang kayaknya juga kecewanya sama kayak kita. Dia balik arah. Bingung harus kemana dan harus ngapain, sangking hopelessnya sampe buka Google Map, kita dimana. Selang 1-2 menit mas  yang tadi ketemu, ternyata dia orang Sengkaling (oke ini nggak penting), dia ngabarin kalo di pertigaan tadi ada yang iseng mbalikin papan petunjuknya. Marah sekaligus lega, kita balik ke pertigaan tadi dan nelusuri jalan yang bener. Jalan lagi sekitaran sejam an kurang, nemu  sejenis tangga yang terbuat dari kayu, bukan itu yang bikin terkejut, tapi pas kita liat ke atas, ada batu gede banget, intinya kita climbing, nemplokin batu biar sampe puncak. Agak struggling juga soalnya Yole pake sepatu sandal, dan yang lain juga ada yang pake sandal Crocs, aku  pake sepatu running. Oh God. What an unexpectable trekking.
Sampe atas. Jam 5.24. Lega. Tapi juga kecewa, tapi juga banyak leganya. Oposeh.

Ternyataaa, kita salah naik. Bukan puncaknya yang pengen kita hampiri, tapi Embungnya, oh please. Embungnya itu keliatan banget dari atas puncak Gunung Api Purba Nglanggeran ini. Kampret dalam hati. Yaudahlah mau gimana lagi, ga usah kecewa, dinikmati aja. Habis foto- foto sama istirahat bentar kita udah siap-siap turun. Kalo lama-lama  bakalan masuk angin soalnya dingin banget di atas, sementara kita cuma  pake baju kaos biasa. Ga bondo pokoknya. Pas turun dari puncak, sebelum nuruni tangga, karena ekstrim banget, ada 2 mas-mas yang bantuin kita dari atas. Ngasih saran gimana caranya turun dari tebing puncak tadi.  Berasa wall climb(ing). Makasih ya mas *kedipin mata. Eh.
Hari udah gelap banget, kita ga bawa senter, yang ada cuma flashlight dari hape. Panik. Banget. Takut ilang di gunung soalnya ga banyak petunjuk jalan. Denger adzan maghrib, tambah serem, kaki udah gemeter soalnya udah capek banget. Mano sempet kepleset, lagi. Maaf ya No, rek, merasa bersalah banget ngajak kalian ke tempat nggak terduga kayak  gini.
Sampe pos berapa gitu, ngliat masih ada orang, lega dikit. Kita bener-bener hopeless disini, akhirnya manggil mas-mas yang tadi bantuin di atas, minta tolong nungguin kita turun. Masnya baik banget, ngemong kita dari atas sampe bawah, ngasih arah-arahan, bersyukur banget soalnya masnya juga bawa senter. Thank God. Ohya masnya itu kuliah di ISI, lagi ngambil S2. Logat Jakarta, tapi tinggalnya di Jogja katanya.
Hapeku tiba-tiba bunyi, ngecek hape, eh ada sms dari Pak Santo, nanyain kita kok belum sampe-sampe, maksudnya jam sewanya udah mau habis jam 7 malem, kalo lebih dari 12 jam, kena charge 15 persen dari harga sewa. Ohmen. Hampir mau sampe bawah, mulai keliatan lampu-lampu di posnya. Pertanda kita bakalan segera berpisah sama masnya. Huhu. Makasih banyak ya mas, semoga kita bisa ketemu lagi, belum sempet kenalan padahal. Sedih. Dah, mas ganteng.
Jam 6.45 kita baru naik mobil pulang ke arah hotel. Bener-bener jadi cerita banget hari ini. Nggak terkecuali cerita tentang mas ganteng tadi, jadi bahan obrolan paling panjang. Haha.
Jam 7.55 sampe hotel, bilang maaf sama terima kasih sama Pak Santo, sama ngasih uang sewa mobil plus chargenya.
Karena belum makan malem, di jalan pulang tadi udah rencana ke House of Raminten. Penasaran. Mau makan malem disitu. Habis tiduran bentar, mandi, berangkat kesana sekitaran jam 9.23. Udah malem ternyata. Kesananya jalan kaki, 10-15 menitan kalo dari hotel. Sambil pesen dan nunggu makanan dateng, kita ngitung-itung biaya pengeluaran dari kemarin sampe hari ini. Utang udah terbayar, kenyang, pulang, Naik taksi balik ke hotel. Jam 1 baru tidur. Haha. Hari yang panjang dan banyak cerita yang bakal keulang terus di memori.

13 Februari 2014
Hari terakhir di Jogja.
Walaupun udah di alarm, kita tetep bangun siang, jam 7 an baru aktivitas mandi dan packing, sekalian check out. Jam 8 masih ada aku sama Yole yang belum mandi, terpaksa Zi sama Mano cari sarapan nasi bungkusan di sekitaran hotel. Sarapan di hotel sekitaran jam 9 kurang. Nasinya enak, lauknya juga enak. Alhamdulillah dapet makan enak.
Ternyata Pak Santo udah nunggu di depan hotel, berangkat ke Imogiri jam 9.09. Sekitaran sejam udah sampe di Imogiri, tepatnya di hutan pinusnya. Wuah, bersih banget udaranya, walaupun Jogja memang agak lembab, jadi agak sumuk. Haha. Masuk hutan, udah pada sibuk sama hape dan kamera masing-masing. Busy taking selca. Hehe.
Next destination ke Tamansari. Tempat mandi istri raja-raja terdahulu. Jam 12.15 mulai keliling Tamansari sama Masjid Bawah Tanah. Wisata budaya, wisata sejarah. Jam pas panas-panasnya jadi keringetan banget, untung Farda bawa payung. Haha.
Laper, makan siang di Gudeg Yu Djum. Menunya banyak yang habis. Huhu. Seadanya akhirnya. Zita pesen 1 porsi gudeg dibungkus buat dimakan di Malang. Harga menunya lumayan, dari 9 ribu sampe 20 ribuan.
Habis makan siang, tanya-tanya ke Pak Santo kalo beli oleh-oleh batik, daster, dsb dimana, dianterlah kita ke toko (lupa namanya apa), yang ternyata agak trap dan zonk soalnya sepi. Tapi Yole dapet kain batik buat Pakleknya di Malang. Good. Karena nggak interest milih baju yang mana, cus ke pusat pembuatan Bakpia 25. Beli-beli bakpia dkk.
Penasaran sama Mirota, habis parkir di parkiran Benteng Vredeburg, akhirnya kesana jam 3 an. Sebenernya mau ke Pasar Beringharjo dulu, Yole mau cari tas. Terlena di Mirota yang ber-AC dan tinggal take away dan bayar ke kasir, makan waktu lama disitu. Jam 4.35 baru ke Beringharjo. Sedih. Toko-toko yang jual tas udah tutup. SEMUA. Yole yang antusias pengen beli tas jadi agak bete. Hemm, kayaknya tadi salah, benernya ke Beringharjo dulu, baru ke Mirota. Pasar Beringharjo tutupnya jam 4.30. Huee. Akhirnya beli baju sama tas di luarnya Pasar Beringharjo. Dapet sih, tapi agak susah nawar. Haha.
Balik ke parkiran, jam 5.05, gabut. Bingung mau ngabisin jam kemana. Akhirnya Yole nemu tempat tongkrongan asik, namanya Legend. Jam 6 an baru cus kesana. Di perempatan Malioboro sebelah utara, deket pojok Benteng Vredeburg udah rame, agak macet, soalnya ada event Tionghoa Exhibition, Jogja Dragon Festival. Merasa hina nggak bawa dslr *SIGH.
Sampe Legend jam 6.23, habis pesen-pesen makanan, sama sholat maghrib, cerita berlanjut. Haha. Pada ngelantur semua, apalagi cerita yang mas ganteng di Gunung Purba dibahas untuk sekian kalinya. Makanannya disini termasuk murah, tapi juga ada yang agak mahal, menu yang premium agak mahal kalo dibandingin sama yang reguler. Ketemu waiter, mas Wilis namanya, masnya gokil, men, lawak, pantes kalo ikutan stand up comedy. Main lawak-lawakan, gombal-gombalan sama mas Wilis. Lol.
Nggak kerasa udah jam 8.15, udah diwanti-wanti sama Pak Santo, takutnya macet soalnya ada event tadi itu, kita berangkat ke Stasiun Tugu. Ternyata nggak macet, jam 8.34 udah sampe stasiun. Yang mau mandi, termasuk aku, ya mandi, yang mau nunggu kereta ya nunggu. Bebas pokoknya. Baru naik kereta sekitaran jam 9.56. Kereta berangkat jam 10.16, bismillah semoga selamat sampe Malang. Amin. Habis berdoa, duduk di kursi masing-masing, kalo aku tidur, yang lain masih ngobrol. Hehe.

Puas banget liburan sama kalian, guys. Kita luar biasa. Waiting for next trip together along with Shinta. Cheers!

Ps, this post has been saved as a draft on Friday, 14 Feb 2014. Sorry for this very late post. 

2/5/14

Closer

Loving you
Missing you
"Good bye"
This is not the end of us
I still remember our memories
Can't turn back time
When you leave
I still remember how I love you so much

Ya kira-kira translatenya kayak gini lah, sayup-sayup yang aku denger dari playlist musikku.

Next week I'll be at Jogja together along with my best friends. I couldn't stop imagining how excited I am. This could be my very first long trip with them. So happy!

Mama habis dapet gajian kemarin, daaaan hari ini aku ditraktir baju banyak. Kkkkk. Makasih ya maaa ♥

Kehidupan liburan ya gini, nggak produktif. Tidur, bangun, buka laptop, nonton film, nonton Running Man, donlot lagu, donlot film. Hoam.

Berasa udah tua, udah semester 6, cuy. Siap-siap magang dimana aja belum tau. Haha. Bismillah semoga tempat magangnya sama dapet temen-temen magang yang kooperatif. Amiin.

Numpang sharing playlist musik indie korea.

Have a nice holiday, all ♥♥

1/24/14

Clumsy

And I broke my right leg, for couple times since my junior high school time.

My friend who ride along with me last Wednesday got hurt too. I feel sorry toward her. Fyi, me and my friends were going to Paralayang at Pujon. But rains couldn't stop pouring that day, although the rain was not that heavy. We know that it's quite late to went there, because it's already evening. We convince ourselves, we still have to continue this trip because we've came this far. Too much exaggerating here. I feel so ashamed not knowing that road was slippery and me, with all my confidence "Hah, I can handle that, don't worry". As that think have flashes in my mind, I lost my grip and yes, we fell off from motorcycle. It was great. I don't feel anything on my legs and I tried to get up, pretending not get hurt while my friends helped us to stand up.
 
We were lucky because we fell off far away from the cliff. Thank God.

No wonder I got these permanent scars all over my leg. How clumsy.

1/15/14

NS

Salah satu ketidakjelasan dalam hidupku.

I have a very good sleep. Very nice dream!
Gilaaa. It's a shame, but wonderful.

Bangun tidur senyum-senyum sendiri.
Ini settingnya perkuliahan. Jadi intinya Nicholas Saputra jadi mahasiswa di kampusku. Huhu. Dia kayak mahasiswa pindahan gitu, jadi masih bawa dan pake atribut ospek. Kayal banget kan ya.

Sebelum masuk ruang kelasku, sebelumnya di hari yang sama udah beberapa kali ketemu juga di kampus. Masih belum yakin itu Nicholas Saputra atau bukan. Ohmen. Udah beberapa kali papasan tapi nggak berani nyapa dan nggak nyangka dia bakalan sekelas sama aku. Haha.

Waktu perkenalan di kelas, kebetulan dosenku pas dapet dosen yang lawak. Baru tau juga dia punya bakat njodoh-njodohin anak orang.
Aku nggak paham dari mana juntrungnya kemana, intinya di kelas itu, habis Nicholas Saputra duduk di kursinya, aku disuruh kenalan sama dia. Huhu. Jahat banget emang dosen ini. First, karena waktu perkenalan ada sejenis drama singkat, nah namaku dipake disitu. Fyi, dramanya itu cuma dialog biasa antara Nicholas sama salah satu temenku. Nggak tau kenapa namaku yang dipake jadi peran ceweknya. Kaget juga nggak ketulungan. Habis dialog drama ga jelas itu, bapak dosennya nyuruh aku kenalan langsung sama Nicholas. Huhu. Tangisan seneng. Anugrah tak terhingga. Mau nggak mau berdiri deh aku dari kursiku, jalan ke arah Nicholas. Btw, Nicholas ngasih sejenis pion gitu ke aku, dan aku juga barter pionku ke dia. Tiba-tiba aja di tanganku udah ada pion, nggak tau kenapa. Kayal sekali.
Sayangnya ini aku pas bangun tidur nggak mendapati pion dari mas Nicholas di tanganku. Suedih. Makasih mas Nicholas udah mau jadi aktor di mimpiku. Semoga jadi pertanda baik di 2014 ini. Lho.

1/4/14

AWESOME!

Manusia keren itu kayak gimana sih?

Menurutmu manusia keren itu apa? Apa yang pake gadget mahal yang dibawa kemana-mana, sampe ke kamar mandi pun dibawa. Keren itu apa pake baju-baju impor, baju-baju yang bermerk. Atau keren itu bisa diliat dari postingan blognya?

Nah menurutku sendiri, keren itu kesemuanya yang kusebut di atas tadi. Haha. Nambahin ya, orang dibilang keren itu bisa jadi orang yang bisa beradaptasi di semua situasi dan kondisi, orang keren itu yang ikut festival indie movie, orang keren itu ya fashion blogger, kayak Sonia Eryka. Haha.

Keren itu yang bisa fotografi, editannya bagus, terus di like banyak orang di instagram. Keren itu kalo follower akun twitternya sampe ribuan. Keren itu kalo buka restoran atau cafe buat tongkrongan manusia (baca: mahasiswa). Keren itu bisa ngedit videografi dan bikin film pendek. Keren itu yang tau semua informasi alias update info (bahkan infotainment news. Lho). Keren itu kalo bisa nyanyi dan suaranya bagus dan jadi vokalis band. Keren itu bisa nge-dance. Keren itu orang yang bisa main skateboard. Keren itu kalo tau semua lagu-lagu keren (lagu keren itu kayak gimana coba -_-). Keren itu kalo bisa makan bakso pake sumpit. Dijamin keren plus kece diliatnya. Keren itu nama temenku, kalo ga salah.

Keren itu yang multitalent! Keren itu kalo bisa pake make up. Who cares? I care. Okay, nvm.

Zaman sekarang, menurutku keren itu ya bisa dinilai lewat indikasi-indikasi (indikasi bahasa opo iki -_-) di atas. Paling kepikiran akhir-akhir ini definisi keren itu kalo pake baju yang monochrome gitu (gara-gara kebanyakan mantengin blog street style fashion). Haha.

Okay, selamat berkreasi dengan kata keren ya. Semoga kadar ke-keren-an saudara bertambah seiring dengan bertambahnya umur saudara. Selamat berkeren-keren ria. Peace.