instagram in mine :)

Showing posts with label random. Show all posts
Showing posts with label random. Show all posts

11/28/15

Mimpi

Pertama kali tahu Kelas Inspirasi dari teman saya. Ketika itu dia memberi info bahwa ada pameran fotografi di Matos. Namun, karena ada keperluan lain, saya tidak bisa ikut acara tersebut. Singkat cerita, karena adanya event tersebut, teman saya telah diterima menjadi relawan panitia. Saya tertarik, apa sih Kelas Inspirasi itu. Saya menanyakan kepada teman saya dan membuka website resmi Kelas Inspirasi Malang. Mendaftarlah saya sebagai relawan fotografi. Awalnya hanya coba-coba, barangkali keterima. Ketika hari pengumuman seleksi relawan, ternyata saya diterima. Alhamdulillah. Hore. Batin saya. Kemudian saya melihat saya masuk rombongan belajar mana. Saya lihat list nama dan mulai kepo via instagram. Oh, jadi ini teman-teman yang bakal kerja bareng sama saya. Keren-keren ya. Ya, begitulah perasaan saya ketika itu.
Beberapa jam kemudian, Mas Shidqi, coordinator fasilitator Rombongan Belajar 61, memberikan info bahwa tanggal 7 November akan diselenggarakan briefing relawan di Batu. Saya berkenan hadir. Dari briefing tersebut, memberikan gambaran tentang Kelas Inspirasi, tips dan trik mengajar anak SD, dan tips dan trik fotografi, diselingi dengan film pendek Kelas Inspirasi Malang dari tahun-tahun sebelumnya. Fyi, ini adalah tahun ketiga Kelas Inspirasi Malang diadakan.
Di akhir acara, kami berkumpul sesuai rombongan belajar masing-masing. Bertemu dengan Pak Woro, salah satu guru di SDN Ngadas 2. Beliau bercerita mengenai situasi dan kondisi sekolah dan lingkungan di sekitarnya. Jujur sebelum itu, saya sangat antusias karena saya ditempatkan di daerah kawasan konservasi Bromo-Tengger-Semeru. Saya sangat senang sekali. Saya berkenalan dengan beberapa relawan yang hadir dan juga fasilitator, Mas Shidqi, Mbak Putri, Mas Rizky, Mas Kris, Mas Wahyu, Mbak Justine, Mbak Esa, dan Sheren. Kami bertukar nomer hp dan berniat akan melanjutkan perbincangan via Whatsapp.
Walaupun ada beberapa yang belum saya kenal, kami seru berbagi info dan guyon bareng di Whatsapp. Singkat cerita, dari hasil chatting-an tersebut, kami bertemu lagi tanggal 11 di DW Coffee. Kami membicarakan mengenai konsep acara dan rencana untuk survei. Mas Wahyu terpilih sebagai ketua rombongan. Mbak Esa sebagai Bendahara. Mbak Putri sebagai sekretaris. Mas Wahyudi sebagai koordinator lapangan. Mas Wildan sebagai koordinator perlengkapan.
Senin pagi, tanggal 16 November kami survei ke SDN Ngadas 2. Malamnya, kami kembali mengadakan rapat untuk kelanjutan agenda acara dan sebagainya di Movie Scope. Hari-hari berikutnya, kami kembali berkumpul untuk membicarakan masalah konsumsi dan membuat merchandise untuk siswa SD disana.
Kami sepakat untuk berangkat ke Ngadas pada hari Jumat karena banyak hal yang harus disiapkan untuk Sabtu-nya.
Pada hari keberangkatan, kami sepakat untuk membagi dua kloter, jam 2 siang dan jam setengah 5 sore, karena ada beberapa relawan yang baru bisa berangkat sore hari. Namun, karena ada beberapa kendala, kami baru berangkat selepas maghrib. Berbekalkan segala perlengkapan mengajar relawan, konsumsi, tikar, dan sleeping bag, kami, total 15 orang, berangkat mengendarai delapan motor. Ketika sampai ke daerah Jarak Ijo, ada beberapa motor yang kesulitan untuk naik, sehingga teman-teman yang sudah sampai di SDN Ngadas 2 harus kembali untuk menjemput teman-teman yang motornya agak susah untuk diajak kompromi. Seluruh tim akhirnya sampai di SDN Ngadas 2 sekitar pukul 8 kurang. Ya, kami bermalam di SD tersebut.
Di malam itu, kami mengadakan api unggun, yang rencananya memang disiapkan untuk saling mengakrabkan satu dengan yang lain. Saling bercerita mengenai bagaimana hidup kami, dan sebagainya. Menurut saya, dengan menceritakan pengalaman dan kegiatan sehari-hari kami, kami menjadi semakin dekat dan tidak sungkan antara satu dengan yang lain. Setelah itu dilanjutkan dengan makan malam sekitar pukul 11. Setelah semua relawan selesai bercerita, kami briefing untuk agenda besoknya. Nggak kuat nahan begitu indahnya langit malam itu, subhanallah lautan bintangnya sungguh indah. Berfoto-fotolah kami sampai sekitar jam 3 (padahal saya tidur duluan).
Besoknya, kami bangun pukul 4, sholat subuh kemudian lanjut siap-siap. Relawan pengajar siap-siap media pembelajarannya, relawan dokumentasi (khususnya videografer) siap-siap shoot sunrise, relawan panitia menyiapkan ruang kelas. Nge-pop mie dan nge-teh, dilanjut sarapan. Kegiatan sekolah mulai pukul 7 pagi. Kami dan pihak sekolah menyiapkan siswa-siswi kemudian mengadakan apel. Setelah apel, kami bareng-bareng senam bahagia dipimpin sama Mas Wahyudi dengan lagu trek jing trek jing-nya, kami semua bergembira dan bersemangat. Haha.
Karena tugas saya hanyalah sebagai orang yang mendokumentasikan kegiatan, saya hanya bisa menyaksikan teman-teman relawan pengajar memberikan pengetahuan mengenai profesi mereka.  Mereka sangat antusias mengajari anak-anak dengan gembira, sabar, tulus, dan ikhlas. Keren.
Kegiatan akhir adalah membagikan merchandise serta membagikan konsumsi snacks kepada para siswa. Merchandise yang kami buat dengan penuh perhatian diterima oleh para siswa dengan baik. Di merchandise itu, para siswa menuliskan nama serta cita-cita mereka. Ada yang menulis TNI, perawat, guru matematika, dokter, dan sebagainya.
Sekitar pukul 12, kegiatan sekolah berakhir, dan para siswa juga sudah dibolehkan pulang. Kami lanjut bersih-bersih kelas dan persiapan pulang.
Dari seluruh kegiatan tersebut, saya merasakan bahwa pendidikan SD itu sangatlah penting. Pendidikan SD merupakan tingkatan pendidikan paling awal yang bertugas untuk memberikan pengertian serta pengetahuan kepada anak-anak akan pentingnya cita-cita, bagaimana mereka bercita-cita, serta apa saja yang harus dilakukan sampai dengan cita-cita tersebut tercapai.
Seru. Keren. Apa ya, sesungguhya susah untuk diungkapkan dengan kata-kata. Susah senang kami lewati bersama. Terima kasih Mbak Esa, mbak notaris yang cantik dan baik hati. Terima kasih Mas Rizky, Mas Wahyudi, Diqi, Mbak Putri, para fasilitator yang sabar dan selalu bersemangat di setiap kegiatan. Terima kasih teman-teman dokumentator yang kece-kece, Kiki, Sheren, dan Wildan. Terima kasih Mas Way buat kesediannya buat nyediain tempat kumpul buat kami. Terima kasih Mbak Liluk, role play suntik-suntikannya keren. Haha. Terima kasih mbak dosen Bahasa Inggris, Mbak Ayu yang ternyata juga alumni Bhawikarsu. Terima kasih mas laboratorium analis, Mas Kharis yang selalu menghibur atas segala tindakan tak terduganya. Haha. Terima kasih Mas Kris, ditunggu traktiran kuenya ya. Terima kasih Mbak Justine, mbak penyiar radio yang cantik dan keren. Kalian semua luar biasa. Semoga apa yang kami berikan dapat memberikan manfaat kepada orang lain. Semoga apa yang dicita-citakan anak-anak dapat terwujud. Untuk masa depan dunia pendidikan yang lebih baik, semoga kegiatan Kelas Inspirasi ini dapat tetap berlanjut dan bermanfaat lebih banyak lagi. Sehari mengajar, selamanya menginspirasi. Bangun mimpi! Wujudkan mimpi! Jadilah inspirasi anak negeri!
Saya bersama relawan dokumentasi. (dari kiri ke kanan: Kiki, Sheren, Saya, Wildan) *pake kameranya Wildan :)

(Dari kiri ke kanan) Saya, Mas Rizky, Mbak Putri, Mas Wahyu, dan Diqi. *Difotoin Mas Alfi :)

Sekilas gambaran tentang SDN Ngadas 2 dan murid-muridnya.

Sebelum memainkan gitar, Mbak Justine sedang memperkenalkan bagian-bagian gitar kepada murid-murid SDN Ngadas 2.

Mbak Liluk, perawat asal Lumajang, dengan telaten mengajarkan kepada anak-anak bagaimana cara menyuntik pasien.

3/7/15

Senang

Oh, hai malam minggu.

Habis nonton Running Man nih, lupa episode berapa, tapi yang guestnya Ze:a sama Shinhwa itu.

Menikmati dan bersantai di atas kasur. Liat-liat Line mungkin ada yang menarik. Eh, beneran ternyata, ada chat masuk dari beberapa pengurus dan anggota di grup LPM DIANNS. Kabar baru nih, Dianns sekarang punya soundcloud loh. Namanya Radio Pojok Dianns. Masih belum tau sih, mau diisi apa aja, ngomongin apa aja. Tapi rekaman soundcloud pertama mereka keren. Di rekamannya yang kira-kira berdurasi 4 menit lebih itu ada Ganis, Deby, sama Ican yang ngisi. Lupa karakternya siapa aja. Hehe. Ada bacain puisi juga di menit-menit terakhir. Puisinya Wiji Thukul, judulnya Bunga dan Tembok. Wah, emang bener-bener keliatan progressnya buat kepengurusan tahun ini. Disitu saya merasa senang. Tapi sedihnya juga ada, soalnya saya tidak berada diantara mereka lagi. Oke ini mulai melankolis. Standing applause buat mereka. Good job! Lanjutkan, rek.

3/3/15

Selasa Ini

Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah, pagi tadi saya bisa nitip KTM ke temennya temen saya, buat ditumpuk di meja pendaftaran IC3. Kabar baiknya sebenarnya masih Senin soalnya tadi cuman numpuk aja, dan dijaminkan kalo Senin KTM sudah bisa diambil dan sudah dapet jadwal tes. Bismillah.

Habis dari INBIS tadi makan bareng sama temen saya di Kopma. Niat makan yang berakhir cuman minum jus. Iya jus. Padahal pagi sebelum berangkat tadi juga minum jus bikinannya mama, jus jambu dkk. Alesannya temen saya ga jadi sarapan karena dia ingin diet. Waktu minum, saya disuguhkan temen saya salah satu segmen semacam acara variety show (musik)-Unpretty Rapstars-model shownya kayak Show Me The Money, gitu. Katanya dia terlalu nganggur di rumah dan akhirnya nonton acara begituan.

Habis itu ke kampus, mau nemuin dosen, Pak Dwi. Ada parafnya tapi ga ada orangnya di absensi dosen. Saya smslah Pak Dwi, beliau ada dimana. Belum 5 menit saya sms, saya mendapat panggilan masuk dari beliau, beliau mengatakan bahwa sekarang beliau ada di rumah, dan saya diminta kerumah beliau. Saya gelagapan. Saya mengecek alamat rumah Pak Dwi di banner dosen. Berangkat dari kampus ke rumah beliau. Tapi sebelum itu saya berniat untuk meminta ttd Pak Irwan Noor, dosen ketua komisi pembimbing saya yang akhirnya ga jadi minta karena saya ga tau orangnya yang mana.

Saya berangkat ke rumah Pak Dwi sekitar jam 10. Saya sebenarnya tau dimana daerah jalan rumah beliau. Tapi karena cetakan di banner dosen menyebutkan nomer rumah beliau salah, sedikit nyasarlah saya. Alhasil jam 11 an baru sampai di rumah beliau. Saya dikasih saran blablabla. Ngobrol mulai dari kucing piaraannya beliau sampe putrinya beliau yang ternyata alumni Smanti.

Saran beliau buat saya:
Menjelaskan bagaimana penerapan ISO di SMK dan SMA (SMKN 4 dan SMAN 3 Malang). Saya direkomendasikan begitu karena beliau pikir akan lebih mudah kalo wawancara dengan pihak Smanti, yang juga mantan sekolah menengah atas saya dulu.

Sehabis dari rumah beliau, saya balik ke kampus buat minta ttd Pak Irwan Noor. Untungnya saya ketemu temen saya yang tau beliau yang mana. Waktu perjalanan mau makan di daerah Kerto-Kerto-an, papasan sama beliau. Tapi karena sepertinya beliau dan rombongan (dosen lainnya) hendak ada perlu mengerjakan sesuatu, saya menarik diri buat tidak mengajukan lembaran persetujuan dosen pembimbing.

Selesai makan, saya merasakan perut saya tidak enak. Entah kenapa, ga bisa ngentut apa kewaregen. Jadi inget dulu pernah periksa ke dokter katanya saya punya usus buntu, tapi ga kronis. Kok bisa ya. Entahlah. Saya bete dengan kondisi saya saat itu, selain sakit perut, ngantuk bukan main. Niat menunggu ttd dosen terurungkan. Tapi karena disemangatin temen-temen saya, saya dapet ttd beliau jam 3 lebih sebelum beliau ada kelas. Alhamdulillah, batin saya.

Beliau mengatakan sesuatu kepada saya, intinya kalo bimbingan sama beliau harus rajin. (Apakah saya sangat terlihat tidak rajin?). Mungkin.

Saya pulang dengan menahan sakit perut sambil nyanyi-nyanyi dalem mobil. Ga tau wes nyanyi model apa. Sampai di rumah, saya ndelosor. Di kasur. Tidur. Saya mikir kalo saya udah kayak kebo aja (temen saya ada yang ngaku kalo dia emaknya kebo soalnya dia nonton drama Korea mulu). Entah apa yang membuat dia berpikir dia emaknya kebo. Anaknya kok nerima aja ya dia jadi emaknya. Abaikan.

Sebenarnya alasan saya lebih sering menulis catatan di blog karena saya orangnya pelupa. Sangat. Mungkin sedikit curhatan ini bisa mengingatkan saya lagi di kehidupan masa depan. Haha. Bye.

3/2/15

Belum Saatnya Lelah

Posisi sekarang: makan bakso.

Halo. Selamat malem.
Saya lagi makan bakso nih habis pulang les Bahasa Inggris sama ngelap-ngelap mobil yang tadi habis dipake soalnya hujan.

Hari ini kalo diitung-itung sedikit kurang nggak beruntung ya. Bangun kesiangan (baru bangun pagi jam 9). Terus dapet line dari temen kalo dia lagi antri daftar IC3. Langsung beranjak dari tempat tidur, mandi, berangkat. Sampe INBIS udah jam setengah 10-10 an. Dan sampek sana udah dikabarin kalo pendaftaran buat hari ini udah ditutup. Full. Yasudahlah. Besok rencana balik lagi pagi-pagi jam 7. Bismillah dapet tanggal-tanggal kalo bisa jangan sampe September. Amin.

Alhasil waktu gabut tadi saya habiskan buat berbincang-bincang panjang lebar. Ngalor ngidul. Ngetan ngulon sama temen SMA (berasa kayak reunian SMA soalnya banyak ketemu temen SMA di INBIS, alesannya ya sama, daftar IC3). Nunggu temen yang udh dari jam setengah 8 ngantri dan berharap namanya segera dipanggil.

Habis dari INBIS, sekitaran jam 12 an ke kampus. Niat mau mencari ttd dosen pembimbing skripsi. Ternyata kedua dosen pembimbing skripsi saya tidak sedang berada di kampus. Bertambah bete-lah saya. Haha. Ketawa ngenes. Itu posisinya saya ditemeni sama temen saya yang tadi daftar IC3 di INBIS.

Setelah kecewa, saya meng-sms mama saya, barangkali adik saya sudah pulang sekolah. Jam masih menunjukkan pukul 1 dan adik saya ternyata pulangnya jam 2. Pergi makanlah saya dan temen saya, di Baegopa. Lagi pengen soalnya. Haha.

Habis dari Baegopa balik ke arah kampus nganterin temen saya pulang. Tapi sholat dhuhur dulu di masjid yang kepunyaan MAN 3 itu, saya lupa namanya. Di perjalanan temen saya tanya, "Bin, aku pernah buat kamu bete tah?" Mungkin dia menanyakan hal itu karena semenjak tadi saya mengutuk diri saya sendiri dengan banyak kata 'bete'. Saya jawablah pertanyaan temen saya itu, tapi saya sebelumnya memastikan kalo dia ga boleh marah kalo saya bilang jawabannya. Ya kurang lebih saya mengatakan kalo saya paling bete kalo ada orang yang udah tau kalo dirinya sakit, tapi ga mau ngambil tindakan pencegahan atau tindakan P3K buat dirinya sendiri yang kemungkinan besar bisa buat dirinya itu lebih baik kondisinya.

Habis nganter pulang temen saya, saya jemput adik saya di sekolahnya. Sepulang itu tidur pules soalnya malemnya saya ada les Bahasa Inggris.

Kurang lebih kegiatan saya seperti itu hari ini. Haha. Entah karena apa saya curhat, mungkin karena ga ada kerjaan lain selain nulis. Jadilah saya nulis di blog aja.


Aku takkan sadari bahwa kau tak lagi disini.
#np: Sheila On 7 - Ketidakwarasan Padaku

Ada tumblr (kurniawangunadi) bagussss

Screencap


Quote bagussss



2/23/15

Curcol di Malem Selasa

Kau bukanlah cantikmu yang kucari
Bukanlah itu yang aku nanti
Tetapi ketulusan hati yang abadi
Ku tau mawar tak seindah dirimu
Awan tak seteduh tatapanmu tetapi
Ku tau yang kutunggu hanyalah senyummu
(Letto - Senyumanmu)


Anggep aja itu kata 'cantik' nya itu diganti ganteng. Haha.
Alhamdulillah Sabtu kemarin berakhirlah kepengurusan LPM DIANNS periode 2014-2015. Lega? Pastinya. Haha. Ada seneng sedihnya, seh. Demisioner itu artinya kudu pisah sama temen-temen DIANNS semua (meskipun boleh lah kadang melipir mampir ke sekret. Haha). Kerja sama temen-temen semua ada seneng ada susahnya juga. Hehe.

Target setelah ini (niatnya) mau fokus ngerjain skripsi. Bismillah. Semester ini kudu lulus. Amin.

Hari Minggu kemarin, sempat kepikiran kalo misalnya aku punya pacar mungkin bisa nambah-nambahin semangat buat ngerjain skripsi. Haha. Entah itu hanya asumsiku belaka atau cuma ya sekedar mikir aja.

Akhir-akhir ini atau apa memang selama ini (?) sering ngerasa iri sama mas-mas yang perhatian sama adik tingkatnya. Catatan: ini mas-mas yang belum punya pacar lho ya. Kalo minta dianterin kesitu, dianterin. Minta ditemenin nonton film, ditemenin. Minta ditemenin nonton konser, diturutin. Minjem jaket pas kedinginan, dikasihin. Minta dianterin pulang, dianterin. Mau dianterin ke toilet, dianterin (yang ini sih lebay). Seneng aja liatnya, kayaknya mas-mas itu perhatian banget gitu. Entah karena suka, sayang, atau ya cuman pengen diliat perhatian aja. Atau mungkin ga pengen pacaran, tapi cuman pengen jadi friend zone yang kemana-kemana bisa diandalin. Ehem. Yang disini cuman bisa ber-hem hem ria lho.

Current state: memulai mengerjakan skripsi (mungkin kalau di tengah pengerjaan skripsi, dipertemukan dan dianugerahi Allah jodoh, alhamdulillah banget). Hehe.

8/24/14

Lifeless

Entah kenapa akhir-akhir ini sering banget kepikiran tentang hal-hal yang berkaitan sama jodoh, pasangan, pacaran, atau apalah namanya itu. Pikiran kayak gitu biasanya muncul pas liat Allisya Soebandono sama Dude Harlino foto bareng di instagram atau P*** sama Mas R*** yang so sweet fotonya, juga di instagram. rasanya bahagia banget liat mereka. Kayak udah ditakdirkan jadi jodoh di masing2 hati. Subhanallah. Aku juga nggak tau kenapa sampek sekarang aku nggak punya2 pacar. Apa aku nggak mau deket sama orang, apa aku nggak mau sharing kehidupan sehari-hariku sama orang, apa gimana ya, hem. Nggak ngenes sih. Tapi agak gimana gitu *alay. Secara udah mau tua umur. Salah satu temenku bahkan bilang ke aku, karena aku terlalu flat, nggak ada hal2 yang menantang yang pernah aku lakukan selama hidupku ini, nggak mau repot, nggak mau memandang postif orang lain, jadi sebab aku nggak bisa deket sama orang. Oh, God. Semakin dipikir semakin stres. Ya mungkin saat ini aku masih belum dikasih pacar. Apa pacaran itu perlu? Muahahah. Mungkin sekarang ini waktu2 emasnya aku ada untuk mbak, untuk adik, untuk papa mama, untuk keluarga. Belum bisa mikir sampek sana, hal2 yang terlalu rumit (?) dipikir. Apa aku nggak mau rempong? Yaudahlah. Semoga pikiran2 tadi nggak jadi bibit2 benang ruwet di kepalaku.

7/18/14

SLEEEEEEPY

Day 5 magang. Alhamdulillah all is well. Everything went smoothly. The people here (Bidang Mutasi BKD Malang) are super kind and caring. Haha. There’s no underestimate feeling because the tasks were so easy although they’re little bit boring. Haha.

I’m waiting for the next Friday because the next day (Saturday) is gonna be holiday until early August (for magang). I’m very pleased and happy~~ because on 28th (or 29th)-I forgot the exact day-Me and my family will go to Hongkong. Alhamdulillah, Puji Syukur kepada Allah. Doaku dan doa sekeluarga dikabulkan pergi ke luar negeri buat liburan. Haha. Paling kalimatku ini agak lebay-kalo yang baca orang yang sering pergi liburan ke luar negeri-. Lol.

These days Malang were very cold. Idk why. Last Wednesday night the temperature was down up to 17 degrees Celcius. Brbrbrbrbr. Dingin pol, cuy.

Harus bertahan pake rok sampe akhir September. Haha. Sing sabar ae wes. Demi nilai magang.

Please take a minute to pray for Palestine. Pray for Gaza. Semoga perlindungan Allah senantiasa menyertai mereka. Amin.

Semangat magang and Happy fasting!

6/28/14

Heavy Night (?)

I have so many thoughts these days. The final exam just a little thing that came to my mind. Another thought, lately my friend had a chance to went to Europe. I don’t know for what occasion, but deep in my heart I feel small *alay. I feel what did I do for all these years, nggak menghasilkan apa-apa. Seneng juga salah satu temen (yang satunya lagi) mau ke Europe, nggak tau juga dalam rangka apa. Tapi, sakit, rek *lebay. Pengen benernya tanya-tanya gitu (udah pernah tanya seh) ada apa kok mau kesana, tapi nggak pernah ditanggepin serius. Agak bete sebenernya. Kalo tau kamu kemana pasti aku doakan yang terbaik kok, semoga sukses, dkk. Semoga aku juga bisa nyusul kesana (juga) *berdoa dalam hati. Amin.

Vancouver. British Columbia. Canada. Gara-gara aku mem-follow salah seorang akun instagram, ybs stay di Vancouver. Si ybs (@alexstrohl) ngambil foto-foto banyak banget, khususnya pemandangan, tempat-tempat ajaib, wonderful, dan amazing. Nggak bosen-bosen liat feedsnya akun itu. Lakes, mountains, hills, roads, cliffs, forests, waterfalls........ Liat pemandangannya, Subhanallah sekali. Pengen tinggal disana jadinya (amin). Cari beasiswa nggak ada yang tujuannya kesana (belum ada). Sejauh ini.

14 Juli udah mulai magang. Semoga semuanya lancar sejahtera sehat sentosa nggak ada halangan apapun sampe nyusun laporan magang. Amin.

Kalo selama ini aku punya banyak salah (pastinya). Maafkeun, nggih, temen-temen. Udah mau puasa ini. Hehe. Semangat puasanya yaaaa.

Okay, masih banyak pikiran-pikiran lain yang mencuat di otak. Sebelum undur diri, please kindly visit @nadhirahijab. You’ll find some interesting stuffs there. See you (kiss bye).

Walt Disney, “If you can dream it, you can do it.”
Marilyn Monroe, “I believe that everything happens for a reason. People change so that you can learn to let go, things go wrong so that you appreciate them when they’re right, you believe lies so you eventually learn to trust no one but yourself, and sometimes good things fall apart so better things can fall together.

4/1/14

Saksi

Malem-malem, keinget dulu pernah liat ada amplop isi uang. Bongkar lemari. Bongkar laci.

1. Amplop uang kas Simpanse sisa 102 ribu. Ini entah kenapa temenku berani nitip ke aku.
2. Di dompet ada amplop isi 68 ribu nggak tau punya siapa, antara kas paski atau yang lain, atau jangan-jangan punyaku. Duh, tolong inget plis ini amplop uang punya siapaaaa.
3. Di dompet juga ada uang 46 ribu, sisa dulu buka bersama SD.
4. Kotak pensil isi recehan 500-an, 37.500. Punya Paski. Sampe sekarang belum aku kasihkan ke adik tingkat -_- Ayooo siapa yang mau aku titipi kalo ke Smanti?

Ohiyaaaa, ada lagi, buku tahunan sekolah Smanti, ada 2 yang masih ada di aku hayooo. Ndang dijupuk plis selak aku laliiiii. Huhu.

Ya Allah, ampuni dosa hamba-Mu. Maaf ya, rek, semuanya. Semoga blog ini jadi saksi dan reminder kalo masih ada tanggungan ke temen-temen. Semoga tetep inget. Inget masih ada tanggungan dan inget ngembaliin. Amin.

3/30/14

Tonight

Hi, Sunday!
How's your day? Hariku ya gini-gini aja di rumah, nonton tv, laptopan, hp-an, tidur.

Tadi malem habis nonton opera teater (?) dari Kutub. Komunitas Teater UB. Judulnya Sang Rajapatni, tentang Kerajaan Majapahit gitu. Karena trilogi, Sang Rajapatni ini menceritakan bagian pertama sejarah Kerajaan Majapahit. Keren, coy! Artisnya all out dan pentasnya nggak monoton. Sayangnya nggak nemu penonton yang agak ganteng. Sedikit kecewa. Lho.



Malemnya jam 12-an eh denger adikku lagi telponan, entah sama siapa batinku. Pas mau tidur, kepo instagram dulu, eh ada postingannya sama cowok, coy. Mbak macem apa aku ini baru tau dia udah punya cowok, dan kemarin 30 harinya dia pacaran. Ohmen, aku kalah cepet *salah fokus. Kalo kayak gini jadi bingung sendiri mau ndoain apa, semoga langgeng (?). Yasudahlah di-iya-in aja.

Btw, nulis ini sambil sentrap-sentrup nggak jelas. Ingus kemana-mana. Oh, please, flu go away.

Senin besok libur hari raya Nyepi, tadi Mama nawarin besok mau jalan-jalan ke Bromo. Entahlah jadi atau nggak. Yang mau liburan, monggo berlibur. Lumayan refreshing dikit. Eh, tapi kata temenku kalo Nyepi itu nggak boleh kemana-mana ya? Kudu di rumah terus? Idk.

Ohya, fyi, tanggal 2-5 April 2014 ada Malang Film Festival di UMM Dome. Acaranya banyak, coba buka linknya aja ya. Haha.

Have a nice sunday night! 


2/5/14

Closer

Loving you
Missing you
"Good bye"
This is not the end of us
I still remember our memories
Can't turn back time
When you leave
I still remember how I love you so much

Ya kira-kira translatenya kayak gini lah, sayup-sayup yang aku denger dari playlist musikku.

Next week I'll be at Jogja together along with my best friends. I couldn't stop imagining how excited I am. This could be my very first long trip with them. So happy!

Mama habis dapet gajian kemarin, daaaan hari ini aku ditraktir baju banyak. Kkkkk. Makasih ya maaa ♥

Kehidupan liburan ya gini, nggak produktif. Tidur, bangun, buka laptop, nonton film, nonton Running Man, donlot lagu, donlot film. Hoam.

Berasa udah tua, udah semester 6, cuy. Siap-siap magang dimana aja belum tau. Haha. Bismillah semoga tempat magangnya sama dapet temen-temen magang yang kooperatif. Amiin.

Numpang sharing playlist musik indie korea.

Have a nice holiday, all ♥♥

1/24/14

Clumsy

And I broke my right leg, for couple times since my junior high school time.

My friend who ride along with me last Wednesday got hurt too. I feel sorry toward her. Fyi, me and my friends were going to Paralayang at Pujon. But rains couldn't stop pouring that day, although the rain was not that heavy. We know that it's quite late to went there, because it's already evening. We convince ourselves, we still have to continue this trip because we've came this far. Too much exaggerating here. I feel so ashamed not knowing that road was slippery and me, with all my confidence "Hah, I can handle that, don't worry". As that think have flashes in my mind, I lost my grip and yes, we fell off from motorcycle. It was great. I don't feel anything on my legs and I tried to get up, pretending not get hurt while my friends helped us to stand up.
 
We were lucky because we fell off far away from the cliff. Thank God.

No wonder I got these permanent scars all over my leg. How clumsy.

1/15/14

NS

Salah satu ketidakjelasan dalam hidupku.

I have a very good sleep. Very nice dream!
Gilaaa. It's a shame, but wonderful.

Bangun tidur senyum-senyum sendiri.
Ini settingnya perkuliahan. Jadi intinya Nicholas Saputra jadi mahasiswa di kampusku. Huhu. Dia kayak mahasiswa pindahan gitu, jadi masih bawa dan pake atribut ospek. Kayal banget kan ya.

Sebelum masuk ruang kelasku, sebelumnya di hari yang sama udah beberapa kali ketemu juga di kampus. Masih belum yakin itu Nicholas Saputra atau bukan. Ohmen. Udah beberapa kali papasan tapi nggak berani nyapa dan nggak nyangka dia bakalan sekelas sama aku. Haha.

Waktu perkenalan di kelas, kebetulan dosenku pas dapet dosen yang lawak. Baru tau juga dia punya bakat njodoh-njodohin anak orang.
Aku nggak paham dari mana juntrungnya kemana, intinya di kelas itu, habis Nicholas Saputra duduk di kursinya, aku disuruh kenalan sama dia. Huhu. Jahat banget emang dosen ini. First, karena waktu perkenalan ada sejenis drama singkat, nah namaku dipake disitu. Fyi, dramanya itu cuma dialog biasa antara Nicholas sama salah satu temenku. Nggak tau kenapa namaku yang dipake jadi peran ceweknya. Kaget juga nggak ketulungan. Habis dialog drama ga jelas itu, bapak dosennya nyuruh aku kenalan langsung sama Nicholas. Huhu. Tangisan seneng. Anugrah tak terhingga. Mau nggak mau berdiri deh aku dari kursiku, jalan ke arah Nicholas. Btw, Nicholas ngasih sejenis pion gitu ke aku, dan aku juga barter pionku ke dia. Tiba-tiba aja di tanganku udah ada pion, nggak tau kenapa. Kayal sekali.
Sayangnya ini aku pas bangun tidur nggak mendapati pion dari mas Nicholas di tanganku. Suedih. Makasih mas Nicholas udah mau jadi aktor di mimpiku. Semoga jadi pertanda baik di 2014 ini. Lho.

1/4/14

AWESOME!

Manusia keren itu kayak gimana sih?

Menurutmu manusia keren itu apa? Apa yang pake gadget mahal yang dibawa kemana-mana, sampe ke kamar mandi pun dibawa. Keren itu apa pake baju-baju impor, baju-baju yang bermerk. Atau keren itu bisa diliat dari postingan blognya?

Nah menurutku sendiri, keren itu kesemuanya yang kusebut di atas tadi. Haha. Nambahin ya, orang dibilang keren itu bisa jadi orang yang bisa beradaptasi di semua situasi dan kondisi, orang keren itu yang ikut festival indie movie, orang keren itu ya fashion blogger, kayak Sonia Eryka. Haha.

Keren itu yang bisa fotografi, editannya bagus, terus di like banyak orang di instagram. Keren itu kalo follower akun twitternya sampe ribuan. Keren itu kalo buka restoran atau cafe buat tongkrongan manusia (baca: mahasiswa). Keren itu bisa ngedit videografi dan bikin film pendek. Keren itu yang tau semua informasi alias update info (bahkan infotainment news. Lho). Keren itu kalo bisa nyanyi dan suaranya bagus dan jadi vokalis band. Keren itu bisa nge-dance. Keren itu orang yang bisa main skateboard. Keren itu kalo tau semua lagu-lagu keren (lagu keren itu kayak gimana coba -_-). Keren itu kalo bisa makan bakso pake sumpit. Dijamin keren plus kece diliatnya. Keren itu nama temenku, kalo ga salah.

Keren itu yang multitalent! Keren itu kalo bisa pake make up. Who cares? I care. Okay, nvm.

Zaman sekarang, menurutku keren itu ya bisa dinilai lewat indikasi-indikasi (indikasi bahasa opo iki -_-) di atas. Paling kepikiran akhir-akhir ini definisi keren itu kalo pake baju yang monochrome gitu (gara-gara kebanyakan mantengin blog street style fashion). Haha.

Okay, selamat berkreasi dengan kata keren ya. Semoga kadar ke-keren-an saudara bertambah seiring dengan bertambahnya umur saudara. Selamat berkeren-keren ria. Peace.

12/22/13

Maaf

Buka pager. Nyalain mobil. Mobil berhenti di depan pintu. Papa udah nunggu di dalem. Aku disapa duluan. Ternyata bener papa lagi ada tamu. Aku salim papa. Aku disuruh salaman juga sama tamunya papa.
Selesai salaman, buka jaket.
Kembali lagi ke depan pintu. Masang selang ke kran air. Mulai nyemprotin mobil.
Selesai mandiin mobil, masukin mobil ke dalem garasi. Naik ke lantai atas. Liat banyak lampu yang masih hidup. Tapi aku belum liat mama. Mama kemana ya, pikirku.
Ke arah meja makan, ngurungin makanan-makanan. Matiin lampu. Jalan ke arah ruang setrika. Ngambil baju ganti. Matiin lampu.
Bersihin diri. Dan sekarang ini lagi nulis note. Nggak tau kenapa pengen nulis aja. Hem.
Ma, maaf ya, dari pagi aku udah mbangkong, nggak tau mama sama papa udah nggak ada di rumah. Itu jam 8 pagi. Masih belum mau tanya mama papa kemana, soalnya mbak masih tidur. Ke arah ruang setrika, liat ada cucian di mesin cuci, putih semua. Berarti ini khusus nyuci baju-baju yang warna putih. Liat ke ember tumpukan baju kotor. Milihin mana-mana aja yang putih. Terus masukin ke mesin cuci. Nunggu gilingan mesin cuci, sambil nyalain setrika.
Jalan ke arah dapur. Ambil panci. Ngisi air. Nyalain kompor, ngrebus air.
Kembali ke arah ruang setrika, nyetrika baju sama kerudung. Selesai, kembali lagi ke dapur. Nuangin air panas ke mangkok, ngaduk susu, dicampur koko crunch. Makan.
Hp an bentar. Buka-buka instagram. Mandi.
Habis mandi terus liat mesin cuci, ternyata udah selesai nggiling. Ganti baju pergi. Jilbaban. Lanjut njemur baju. Selesai jemur baju, aku ke bawah. Sebelum itu aku tanya ke mbakku, mama papa kemana, ternyata mereka berdua pergi jogging dan lanjut ke Batu sebentar. Hem. Belum bisa pamit ke mama papa.
Pergi otw ke kampus, soalnya ada rapat jam 10 tadi, sampe jam 8 malem ini tadi. Rapatnya panjang. Aku udah rencana belikan mama bunga hari ini. Sepulang rapat. Ternyata pulang tadi aku lewat Pasar Bunga, udah gelap semua. Sedih. Pulang tadi bener-bener blank.
Sampe sekarang aku belum salim sama mama. Mama kayaknya tadi tidur di kamar bawah. Maaf ya ma, seharian ini aku nggak ketemu mama, tadi nggak pamit sms mau ke kampus, terus belum ngucapin selamat Hari Ibu.
Selamat Hari Ibu, ya ma. Terima kasih selama ini mama udah menjaga, merawat, mengasihi kami, anak-anak mama. Sabar mengurusi kami dengan kasih sayang. Menasihati kami. Memarahi kami. Mendengarkan cerita-cerita kami. Aku jadi inget ketika mama cerita, aku jarang memfokuskan pikiranku ke cerita mama. Aku jadi inget waktu mana nyuruh aku, aku masih bilang 'sek', aku masih bilang sebentar. Mama memang orang paling sabar. Maafkan aku ya ma, aku belum menjadi orang yang mungkin belum bisa mama banggakan, aku belum bisa ada ketika mama butuh aku. Ketika mama capek, aku nggak ada. Ketika mama sedih, aku nggak ada di samping mama. Mendengarkan cerita mama. Aku sayang mama. Kami sayang mama. Mama yang sehat, ya ma. Jaga kesehatan. Semoga mama senantiasa diberikan perlindungan Allah. Amin amin yaa robbal alamin. Terima kasih ma. Dan maaf ma...

12/20/13

I do

Forgetting all worries
Turn on the musics
Never stop singing
Dancing horribly
See, i do happy

ㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡ

Regretting something precious could make you feel ashamed.
Burning inside, I wish to die.
You make an alibi to avoid them. But what to do? Your heart will tell the pain.
Getting far away from reality.
I've lost.
Nothing can make me better.
Sighing all day. Making excuses.
I couldn't hear anything. I couldn't feel anything.
My mind were blowen away. Taken back by the time.
Pathetic.

ㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡ

My body won't move
Feel so lonely
Day by day
Everything were not okay
What to do?
This pain won't go away

Bermimpi

Aku pernah bermimpi.
Pada suatu hari aku main ke rumah temenku yang ada di daerah kompleks rumahku yang dulu, sebut saja Kiki namanya. Kiki ini dari dulu sampai sekarang nggak pernah gendut. Kurusss terus. Sedikit iri. Haha
Ayahnya Kiki seorang sejenis kolektor (atau apa namanya ya kurang paham). Rumahnya si Kiki itu unik. Semua perabotannya sebagian besar kayu. Rumahnya besar, rapi, dan bagus. Sepertinya ayahnya ini hobi dan bakat merawat rumahnya sedemikian unik.
Jadi, waktu aku main kesana, selang beberapa jam, aku kebelet pipis. Eh, ternyata sama Kiki nggak dibolehin masuk kerumahnya :" (selama berjam-jam memang aku hanya main di depan rumahnya, nggak dipersilahkan masuk). Walaupun aku udah maksa banget, tetep nggak dibolehin masuk buat numpang pipis.
Nah, kebetulan aku punya ide, rumahnya Kiki kan kebetulan deket kampus, larilah aku ke kampus itu (nggak paham nama kampus itu apa). Nggak taunya di kampus itu ada ospek. Nggak kehabisan akal, aku cari sejenis Indomaret gitu, biasanya ada wc gratis kan ya. Eh ternyata hasilnya nihil. Alhasil aku berniat untuk pulang aja sambil menahan pipis. Hemm.
Sebelum pamitan pulang sama Kiki, sewaktu jalan kembali ke rumah Kiki habis cari wc nggak nemu-nemu, aku ketemu cewek, cowok, kayaknya pacaran gitu. Eh ternyata aku kenal sama cowok itu, namanya Fadhil, temen SMA ku, ohya fyi, Kiki itu temen SD ku. Aku santai jalan ke arah rumah Kiki. Anehnya, aku dibolehin masuk.
Sebenernya udah firasat ada yang aneh sama Fadhil. Setelah aku masuk rumah Kiki, si Fadhil memata-matai rumah Kiki. Aku nggak tau alesannya apa. Aku beritau si Kiki kalo ada spy di luar rumah yang lagi foto-foto rumah Kiki. Manjat-manjat rumah gitu. Waktu itu ayah Kiki di rumah. Kiki beritau ke ayahnya masalah itu. Ayah kiki langsung kalang kabut. Nah disini aku belum paham, kenapa kok rumah itu dimata-matai.
Nggak beberapa lama kemudian, datanglah kakeknya Kiki, naik jeep terbuka gitu, dia marah-marahin ayahnya Kiki. Sampe ayahnya Kiki mau diserempet pake jeep itu. (Bayangkan kakek Kiki itu kakek-kakek yang kuno, tradisional, berkumis tebel, disini dia pake setelan jas safari putih dan pake tongkat buat bantu jalan). Aku juga ga paham kenapa kakeknya marah-marah. Mungkin karena rumahnya terekspos mungkin ya. Tapi kakeknya Kiki tau darimana kalo ada spy di luar rumah Kiki. Nah lo? Terus tiba-tiba aku udah nggak kebelet pipis (maksudnya apa ini -_-)
Jadiii, ternyata, rumahnya Kiki itu rumah ilegal. Bukan rumahnya sih yang ilegal. Tapi perabotannya. Kayu mahoni, patung-patung kayu, ukiran kayu, dan masih banyak barang lain lagi. Kayak museum gitu rumahnya. Haha.
Terus akhirnya kakeknya berinisiatif jahat sama spy tadi. Kakek Kiki menyuruh ayah Kiki buat bunuh si Fadhil. Fyi, ayah Kiki ini pernah kerja di badan intelijen negara, jadi canggih gitu. Karena ayah Kiki itu bukan psikopat, dan dia berjiwa agak nasionalis, dia nyuruh aku bawa Fadhil ke hutan, sebelum itu dibius dulu pake obat bius (yaiyalah), gimana caranya waktu dibawa ke hutan itu dia dalam keadaan nggak sadarkan diri. Ada Kiki juga selain aku dan Fadhil yang sekarang ada di hutan. Fadhil kita baringkan di atas tanah. Kita bingung mau diapakan si Fadhil. Mau dibakar, tapi ga ada korek, gerimis pula. Mau diiket tapi tadi lupa ga bawa tali. Mau ditikam juga ga ada pisau. Kepikiran juga mau dipukulin pake batu kok kayaknya kurang etis. Kalo dia bangun sebelum dipukul gimana? Kan jadi ga tega. Kenapa tadi nggak dilindes aja ya pake mobil? Kan ga susah kayaknya.
Setelah beberapa waktu berpikir, aku punya ide, gimana kalo telpon 911 buat ngamanin si Fadhil. Bilang aja, kita nemuin Fadhil di hutan waktu hiking di hutan. Oke rencana jalan. 911 udah aman nyelametin si Fadhil. Fadhil udah on the way rumah sakit. Dan masalah clear.
Kalem, kita udah ngerencanain strategi kok biar dia hilang ingatan atau nganggep kejadian ini nggak pernah terjadi. Buahahaha. End.

Ditulis di Notebook, Dec 19, 2013 | 10.29 pm

Blur

Pulang. Lepas jaket. Sikat gigi. Cuci muka. Rebahan di kasur. Buka instagram
Hemm. Aku bosan dengan rutinitas ini ini aja.
Malem ini perutku lagi kembung. Dan biasanya kuoles minyak kayu putih biar bisa keluar anginnya.
Di rumah lagi banyak yang sakit. Kadang-kadang aku mikir, aku batin, aku juga pengen sakit. Sekali-sekali. Entah kenapa sakitku maksimal itu paling cuma sakit kepala, dan sejenisnya. Seharusnya aku bersyukur diberikan kesehatan dari Allah. Tapi pengen juga diperhatikan lebih sama orang tau dan temen-temen. Walaupun, memang sampai saat ini aku belum kekurangan perhatian orang tua. Alhamdulillah, pikirku.
Ya sudahlah daripada angin di perut nggak keluar-keluar, mending tidur aja yuk.
Good night.

Ditulis di Notebook, Dec 19, 2013 | 10.23 pm.

9/29/13

ANOTHER JUNK.

I couldn’t be happier than this. Love, action, revenge, sadness. All of those were wrapped along to the drama called Two Weeks. Although the rating were average, I really like the director brought me to the higher curiosity (after OCN’s Special Affairs Team TEN) . Each episodes have their super intense scenes to be delivered to the viewer.  What surprised me more is Lee Joon Ki’s acting. I never know he’s such a professional when it comes to action drama. If I had known those, I will be watching over all of his dramas. Lol. I’m Lee Joon Ki’s  fan now. Haha.

I really curious about this drama, because, first, one of the original soundtrack were sung by Nell. Their songs are cool, guys. You must try to hear some of them.

8/30/13

NOW OR NEVER

Halo, everyone. Setelah sekian lama liburan yang nggak tahu juntrungnya kemana. Haha. Saya mendapat sebuah pesan dari seseorang. Seseorang itu memotivasi (?) saya untuk membaca. Ya sekedar mengisi liburan. Me-refresh pikiran. Terserah jenis buku bacaan apa, yang nantinya akan saya share di blog yang sedikit absurd ini. Haha.

Jujur, saya sendiri agak kurang suka membaca. Lho. Padahal tahu sendiri, buku adalah jendela dunia. Apapun jenis buku yang anda baca, tentunya mengandung arti dan isi tertentu, entah bertujuan baik atau sebaliknya. Lho. Semua buku oke, tinggal bagaimana kita pilih buku mana yang kita suka, informasi apa yang diinginkan dari sebuah buku itu.

Cukup berbelit-belitnya. Setelah mencari buku yang cocok (bukan dari lemari saya tentunya), dari kamar adik dan kakak saya, saya menemukan buku ini. Judulnya Bule Juga Manusia, Petualangan Turis Gila di Indonesia. Sorry. Berhubung ini liburan, saya memilih buku yang agak ringan. Haha. Pengarangnya seorang bule. Richard Miles. Dari namanya, dia memang susah dijangkau karena namanya yang jauh. Miles. Dia asli Australia. Oke, next.

Di bukunya ini, dia menceritakan dirinya sendiri, berkelana, berpetualang di negeri orang. Kok jadi melankolis. Si Richard ini tertarik banget belajar bahasa Indonesia. Lulusan Bahasa Indonesia dan Sejarah Modern dari University of Adelaide membuktikan kecintaannya pada bahasa Indonesia, dan tentunya negara Indonesia juga. Dia suka bahasa Indonesia, dia juga suka sama budaya tradisionalnya Indonesia, dia juga sering ikut kegiatan tradisional Indonesia, kayak nonton wayang kulit, bahkan juga pernah dangdutan. Haha. Jangan salah, walaupun si Richard ini bule. Karena lama di Indonesia, Richard tau lho band Indonesia. Sheila on 7 favoritnya. Haha.

Perjuangan Richard mengenal bahasa Indonesia nggak semudah membalikkan telapak tangan. Dia sangat struggling dengan bahasa Indonesia. Tapi pada akhirnya, karena banyak berlatih. Yes, dia bisa menaklukkan bahasa Indonesia. Pergaulan juga menentukan keberhasilannya. Karena bantuan temannya ya bisa dibilang cukup gaul, Richard juga ketularan gaul, dan tau bahasa gaul orang Indonesia kayak gimana. Jadi dia completely fasih bahasa Indonesia, dan bahasa slengnya. Haha. Revolusioner dan gaul. Seringnya, karena si Richard ini bule, banyak yang meragukan kefasihan bahasa Indonesianya. Padahal.. Film Ada Apa dengan Cinta juga menyumbang peran besar karir bahasa Indonesianya lho.

Richard menceritakan banyak pengalaman gokilnya selama berada di Indonesia. Selama belajar bahasa Indonesia. Gimana dia ketemu sama orang Indonesia. Se-begitu terkenalnya bule di Indonesia sampe-sampe tiap ada yang sadar dia bule, diajak foto bareng. You know what I mean. Dengan bahasa yang nggak kaku dan cenderung gaul, dia mampu membawakan buku ini bisa dibaca oleh semua kalangan orang. Cool. Gaya bahasanya itu lho lebih ke arah mudah dipahami, dicampur dengan aksen Bahasa Inggrisnya. Kalo masalah isinya, konyol parah. Seperti salah satu part dimana dia cerita, “Tragedi Busway” waktu naik busway pertama kalinya, gimana sekaratnya dia duduk di samping bapak-bapak gendut yang how, bau banget. Haha. Om-ketek. Gimana dia survive sampe tujuan sambil nahan bau badan si bapak-bapak itu. Wah, horor. Dijamin ini hal terhumor sepanjang hidup saya. Haha.

Sebagian besar temen deket Richard itu orang Indonesia, karena seringnya mengunjungi Indonesia mungkin ya. Dia juga bilang makanan paling favoritnya dia di dunia itu ada di Indonesia. Kejadian paling konyol dan seru paling banyak dialami di Indonesia. Yes, Richard love Indonesia. Dia sangat cinta Indonesia beside he is an Australians. Kalo dia diberi kesempatan tinggal lama di Indonesia, dia mau lebih exploring Indonesia. Tapi, bagi Richard, Adelaide is his home. Final dari banyak cerita yang di share Richard di buku ini ditutup dengan gimana pendapat temen-temennya tentang Richard.
Menurut saya, selain buku ini bisa membuat ngakak, tapi juga bisa memberikan pesan moral juga. Sepertinya saya juga harus lebih mencintai Indonesia dan lebih mengeksplor lagi Indonesia sedalam-dalamnya. Thanks.